October 10, 2011

Surat Untuk Calon Suamiku

Assalamualaikum wbt

Ke hadapan calon suamiku...

Apa khabar imanmu hari ini? Sudahkah harimu ini diawali dengan rasa syukur kerana dapat menatap kembali fana hidup ini? Sudahkah air wuduk menyegarkan kembali ingatanmu atas amanah yang ketika ini sedang kau genggam?

Wahai calon suamiku...

Tahukah engkau betapa Allah sangat mencintaiku dengan sesungguhnya? Di sini aku dilatih untuk menjadi dewasa, agar kelak aku lebih bijak menyingkapi sebuah kehidupan dan sedia mendampingimu kelak. Meskipun kadang-kala keluh dan putus asa menghampiri, namun kini ku rasakan diri ini lebih baik.

Kadang-kala aku tertanya-tanya, mengapa Allah selalu menguji tepat dihatiku. Bahagian terlemah diriku, namun aku tahu jawapannya. Allah tahu di mana tempat yang paling tepat agar aku sentiasa kembali mengingati-Nya, kembali mencintai-Nya. Ujia demi ujian insyallah akan membuat aku kuat, sehingga kelak kita disatukan, engkau berbangga memiliki aku dihatimu, menemani harimu.

Calon suamiku...

Entah bagaimana dirimu sekarang. Tetapi aku yakin Allah juga mencintaimu sebagaimana Dia mencintaiku. Aku yakin dia kini sedang melatihmu menjadi mujahid yang hebat, hingga aku bangga memilikimu kelak. Apa yang aku harapkan daripadamu adalah kesolehan. Semoga sama halnya dengan dirimu. Kerana apabila kecantikan yang engkau harapkan daripadaku, hanya kesia-siaan yang engkau dapatkan.

Aku masih hauskan ilmu. Namun berbekal ilmu yang ada ketika ini, aku berharap dapat menjadi isteri yeng mendapat keredaan Allah dan dirimu, suamiku.

Wahai calon suamiku...
Aku ini seorang yang cemburu. Tetapi kalau Allah dan Rasulullah lebih engkau cintai daripada aku, aku rela. Aku harap begitu juga dirimu.

Pernah suatu ketika aku membaca sebuah kisah; "Aku minta pada Allah setangkai bunga segar, Dia memberiku kaktus berduri. Aku minta kepada Allah haiwan kecil dan cantik, Dia memberiku ulat bulu. Aku sempat merasa kecewa. Betapa tidak adilnya dunia ini.

Namun kemudian kaktus itu berbunga indah. Dan ulat pula berubah menjadi kupu-kupu yang cantik. Itulah Allah, Dia tidak memberikan apa yang kita inginkan tetapi Dia memberi apa yang kita perlukan."

Aku yakin engkaulah yang aku perlukan.

Calon suamiku yang dirahmati Allah...

Apabila hanya sebuah gubuk menjadi perahu pernikahan kita, tidak akan kunamakan ia gubuk derita. Kerana itulah markas dakwah kita, dan akan menjadi indah ketika kita hiasi dengan cinta dan kasih sayang.

Maka kini sedang kupersiapkan diri ini sebaik-baiknya, bersedia menyambut kehadiranmu dalam kehidupanku.

Kini aku sedang belajar menjadi yang terbaik. Meskipun bukan umat yang terbaik, tetapi setidaknya menjadi yang terbaik disisimu kelak.

Calon suamiku...

Inilah sekilas harapan yang kuukir dalam rangkaian kata. Seperti kata orang, tidak semua yang dirasakan dapat diungkap dengan kata-kata. Itulah yang ku hadapi kini. Kelak bila kita bersama, disitulah engkau akan memahami diriku, sama halnya dengan diriku akan belajar memahamimu.

Hidup ini indah bila engkau selalu hadir disisiku setiap waktu, hingga aku hembus nafas yang terakhir.

Wassalam...

Rujukan: Ya, Allah Diakah Jodohku


0 berani bersuara:

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Walgreens Printable Coupons